02 April 2018

Mengenalkan Siswa Generasi Milenial dengan Korespondensi. PART #2

Alangkah baiknya sebelum membaca cerita PART #2, baca dulu cerita Part #1 nya DISINI


Bagaikan  gayung bersambut, niatku ingin mengajak siswa berkorespondensi langsung disambut baik oleh komunitas Relawan Muda Riau yang waktu juga menerima ku sebagai salah satu relawannya. (saat ini sudah Vakum karena aku tenggelam dalam kesibukan mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian. ehak). Dimana ada TBM (Taman Baca Masyarakat) yang di kelola salah satu relawan di Kuala Enok, Indragiri Hilir, juga sedang mencari partner untuk membalas surat dari anak didiknya di TBM Lentera Ilham. Tentu saja aku langsung exited di tawari tumpukan surat yang di tulis anak-anak SD dari Tembilahan itu. Membayangkan betapa serunya bertukar cerita dengan nuansa berbeda, yang satu dari perkampungan kecil di Inhil, yang satu lagi dari SD Swasta di Kota Pekanbaru. What a beautifull different story will coming up.

Esoknya saat pelajaran berakhir, dan anak-anak juga sudah selesai mengerjakan tugas latihan, aku pun bercerita di depan kelas mengenai korespondensi dan bagaimana teknisnya. Anak-anak sangat antusias dan berulang kali memintaku segera mennyudahi penjelasan dan memberikan amplop-amplop putih itu kepada mereka. Baiklaahh…. Cegku akan bagikan suratnya. Mendadak suasana kelas menjadi heboh.

Antusias sekali membaca surat balasan dari sahabat pena di TBM Lentera Ilham  Kuala Enok, Inhil
Plis jangan close minded dengan I Love You ya. Ini sesama Perempuan :D
kinyis-kinyis dan mengharukan gak sih.... u.. la..la...
Surat dari anak-anak di TBM Lentara Ilham ini beragam. Ada yang hanya berisi biodata diri tanpa tending aling. Ada juga yang menulis surat layaknya contoh surat kepada teman yang ada di buku cetak. Lucu-lucu deh pokoknya. Murid-muriku pun membacanya dengan antusias, jika ada hal-hal aneh dan unik, mereka langsung heboh membicarakannya dengan teman sekitar.

Begitulah awal mula murid-muridku memiliki sahabat pena. Korespondensi ini sudah berjalan hampir 5 bulan, dan kami sudah mengirim dan menerima surat sebanyak 8 kali. mereka bahkan saling bertukar hadiah. Bentuk hadiahnya macam-macam. Dari kertas yang mereka bentuk bintang, pesawat, sampai memberikan hadiah buku rumus matematika. Ah senangnya melihat murid bahagia. Ikut terharu ketika mereka bersorak gembira dan tertawa ketika membuka amplop surat dengan tulisan tangan keriting dan hadiah kecil di dalamnya. Mereka bahkan meminta izinku untuk memakai gelang  dari sahabat penanya selama di sekolah, karena di surat tertulis, pakailah gelang ini kemanapun kau pergi. Lucu kaaann.. ihik ihik

Berharap kegiatan korespondensi ini terus berlanjut agar mereka punya kenangan manis dan lucu yang akan mereka kenang puluhan tahun mendatang, yang akan entah bagaimana lagi teknologi akan berkembang.

Yuk, kenalkan korespondensi pada generasi milenial, dan kamu akan merasaan suasana hangat yang berbeda. ^_^


-Risah-
Guru Gaul yang pernah hobi korespondensi

Pegang palu untuk pecahkan kaca
Kacanya retak, jadi bolong semua
Walaupun tidak semua tulisan dibaca
Cukup senang sudah kunjungi blog saya
Klik DISINI untuk Membaca cerita PART #1 ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)