07 Maret 2023

Menilik Pembelajaran Berdiferensiasi dari Novel Toto Chan

Komunitas Praktisi Layar Negeri SDN 145 Pku terus berinovasi agar guru terus mengembangkan diri. Sadar akan pentingnya meningkatkan kemampuan literasi, guru-guru SDN 146 PKU pun sepakat membuat jadwal membaca buku secara bergantian, dan akan direview bersama di kegiatan Komunitas. Kegiatan ini kami namai dengan BEDAH BUKU.

Pada kesempatan ini telah terlaksana agenda BEDAH BUKU perdana di Komunitas Praktisi Layar Negeri. Pembedah perdana aku sendiri, dan ku pilih buku berjudul "TOTO CHAN, Gadis Kecil di Jendela." Novel ini ditulis oleh Tatsuko Kuroyanagi yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dan banyak dipakai sebagai bahan ajar di kampus-kampus dengan bahasan Pendidikan.


Novel ini mengisahkan tentang anak kelas 1 SD bernama Toto Chan yang dikeluarkan dari sekolah karena dianggap nakal oleh gurunya. Karena Toto Chan kerap bertanya ini itu kepada guru dan selalu duduk dipinggir jendela untuk berbicara dengan orang diluar pada saat jam pelajaran. 

Untung saja mama Toto Chan sangat baik dan pengertian. Ia pun memasukkan Toto Chan ke sekolah yang baru tanpa memberitahu Toto Chan kalau dirinya sudah dikeluarkan dari sekolah. Sekolah barunya bernama Tomoe Gakkuen. 

Sekolah ini sangat unik, kelasnya terbuat dari gerbong kereta api, dan gapura sekolahnya merupakan 2 pohon yang berdiri gagah menyambut setiap siswa yang datang.

Disekolah ini siswa boleh memilih pelajaran apa yang akan dipelajari hari ini. Boleh mengumpulkan tugas yang berbeda sesuai jenis kecerdasan masing-masing. Ada yang mengumpulkan tugasnya dengan bernyanyi, ada yang menulis, ada yang berpuisi, bahkan berolahraga. Disekolah ini, Kurikulum dibuat berdasarkan karekteristik siswa masing-masing.

Mr. Kobayashi, Kepala Sekolah SD Tomoe Gakkuen sangat menanamkan karakter percaya diri pada murid-muridnya. Salah satu cerita mengharukan adalah ketika Totochan menjatuhkan dompet kecil kesayangannya ke pembuangan kotoran. Ia pun masuk ke lubang tersebut dan menggali lubang yang penuh kotoran itu untuk mencari dompetnya yang hilang. Toto Chan kecil pun berlumpur kotoran hingga kepalanya.

Mr. Kobayashi yang kebetulan lewat ditempat tersebut tidak lantas memarahi Toto Chan yang sedang menggali lubang kotoran / jamban. Kepala sekolah bijaksana tersebut mengerti sekali betapa berharganya dompet Toto Chan sehingga ia berani membongkar lubang kotoran dan mengesampingkan rasa jijiknya. Kepala sekolah itu pun memberikan kepercayaan kepadan Toto Chan untuk tetap melanjutkan pencarian.

"Kau tahu kan, bahwa setelah membongkar semua kotoran yang ada di atas tanah ini harus kau kembalikan ke dalam lobang?" Itulah pertanyaan Mr. Kobayashi. Tanpa amarah.

"Aku tau Mr. Akan ku kembalikan semua ini seperti semula." Jawab Toto Chan sambil tetap sibuk mengeruk kotoran ke atas dan mencari dompetnya.


Benar saja, setelah lelah mencari dan tak kunjung bersua, Toto Chan kembali memasukkan kotoran ke lubang dan menutupnya dengan tanah. Ia juga membersihkan diri ke kamar mandi tanpa dibantu. Padahal masih kelas satu. Itulah buah dari kepercayaan yang diberikan kepala sekolah kepada anak sepolos Toto Chan.

Di sekolah Tomoe Gakkuen juga tidak ada peraturan. Tapi anak-anak bersikap tertib. Peraturan seperti sudah menyerap di dalam hati mereka. Disini juga diajarkan menghargai perbedaan, bersikap baik kepada teman yang kekurangan dan masih banyak lagi kisah-kisah menarik di sekolah Tomoe Gakkuen. Pada tahun 1945, bertepatan dengan perang dunia. Sekolah itu di Bom dan tidak dibangun lagi hingga kini. Tapi ceritanya dari buku ini terus menginspirasi. Toto Chan dewasa bilang "Jika saja dulu ibuku memarahiku karena aku dikeluarkan dari sekolah. Aku mungkin akan jadi anak yang stres, linglung dan tidak punya kepercayaan diri." Dimasa depan diceritakan Toto Chan menjadi pejabat tinggi di Televisi Jepang. 

Semoga menginspirasi.

Risah Salim



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)